Pages

Kamis, 09 Juni 2011

prancis larang fa

Perancis Larang
Kata Facebook dan
Twitter
» Jika sebuah stasiun televisi
bermaksud untuk mengundang
pemirsanya mengikuti akun mereka
di Facebook, mereka hanya boleh
menyebutkannya secara tidak
langsung.
Muhammad Firman | Kamis, 9 Juni
2011, 07:56 WIB
VIVAnews - Jika Anda sudah
muak mendengar para pakar IT
ataupun media massa yang terus
menerus membicarakan Facebook
dan Twitter, ada baiknya Anda
mulai mengambil kursus bahasa
Perancis. Setelah mahir, Anda bisa
pindah ke negeri itu. Mengapa
begitu?
Conseil Supérieur de l’Audiovisuel
(CSL), lembaga yang membuat
regulasi terhadap berbagai media
elektronik di Perancis telah
melarang televisi dan radio
menggunakan kata Facebook dan
Twitter.
Kedua kata itu masih boleh
digunakan saat di dalam badan
berita, namun jika sebuah stasiun
televisi bermaksud untuk
mengundang pemirsanya
mengikuti akun mereka di
Facebook, mereka hanya boleh
menyebutkannya secara tidak
langsung. Misalnya “Silakan ikuti
situs jejaring sosial kami.”
Aturan ini sendiri mengacu pada
undang-undang yang dibuat tahun
1992 lalu tentang penyebutan nama
produk sebagai bagian dari iklan.
“Mengapa memberi fasilitas pada
Facebook, yang kini nilainya sudah
mencapai miliaran dolar AS,
padahal di saat yang sama banyak
situs jejaring sosial lain yang tengah
berjuang agar dapat dikenal oleh
masyarakat, ” kata Christine Kelly,
juru bicara CSL seperti dikutip dari
Good Media, 9 Juni 2011.
Kelly menyebutkan, tindakan seperti
penyebutan kata Facebook atau
Twitter itu akan menghadirkan
distorsi dalam persaingan.
Namun demikian, langkah
pemerintah Perancis itu dinilai
absurd oleh sejumlah kalangan.
Alasannya, di industri memang
jelas sudah muncul pemenangnya
dan mau tidak mau kita harus
menerima kenyataan itu, bukan
malah menghindarinya.
Selain itu, saat ini orang tidaklah
awam terhadap keberadaan
Facebook dan Twitter.
Kemungkinan, jika ada seseorang
yang terhubung ke Internet dan
ingin menjadi penggemar salah
satu stasiun televisi Perancis dan
mengikuti akun Facebook atau
Twitter-nya, mereka mungkin
sudah berinisiatif untuk melakukan
pencarian lewat raksasa Internet
lainnya, Google.

0 komentar:

Posting Komentar